opinion about pssi

Wow…aku fans Berat Tim Nas Indonesia loh, sumprit, hehe, Tapi sekarang kita ngomong masalah PSSI nya ya Tom? hehe…

Oke PSSI sekarang lagi dikecam FIFA, karena seperti yang kita tau ketuanya aja lagi ada di Bui, apa ga edan itu? emangnya ninja ato mafia? hehehe….secara organisasi dan manajement operasionalnya udah baik, cuma ya itu, ketuanya diganti aja ma yang ga kriminil dan yang terpenting kebijakan-kebijakan mengenai sanksi kepada sebuah Klub/Supporter harus bener-bener tegas. 3 tahun ya 3 tahun. Ga kaya kemaren, Udah vonis 3 tahun jadi turun 2 tahun, tar ga tau jangan-jangan bisa jai 3 bulan? Kapan disiplin akan ditegakkan? karena organisasi keolahragaan yang disiplin akan mengangkat prestasi dan citra persepakbolaan Indonesia, gw yakin itu!! Cheers…

xAgungx for tomorrow

hihihi uhuk uhuk..ane ga banyak ngerti bola sebenernye cing…mmmmm hihihi bingung juga seh mo ngemeng ape..tapi kalu mo beropini ya paling pssi harus lebih melihat lagi sejauh mana kemajuan yang udah di raih , n harus lebih mengeratkan antar sesama club biar ga ada lagi diskriminasi di dlm club indonesia tentunya,,semua sama rata,n adil tuk kemajuan bersama tanpa adanya unsur kepentingan kelompok semata di dalamnya..tuuuuhhh kan ane kalu ngemeng model gini yang ada mata ane pasti coplok,, paling ini cing tommy yang bisa ane kaseh , ya kalu kiranye ada yang kurang ya maklum aja ya karna ane mang kurang banyak faham ame bol bola hihihi,

proph86 sholin temple

Puiffhh.. yea pssi , bli, liga dancok dll…herk organisasi bola terburuk se jagat..yah.. punya banyak tim bagus2 tapi ga di masukin ke champion asia..bah siapa yg tolol.. pssinya kan.. pssi ma bli ama aja.klo ngasih hukuman awalnya.. ngeri tegas dan cadas.. ehh besok2 nya makin menyusut , menyusut dan menyusut.. belum lagi kebijakan2 extra tololnya..kaya ga ada degradasi..gonta ganti system..ahh sucks. Plus budaya korupsi yg udah mendarah daging di Indonesia juga masuk ke pssi..liat aja tuh big bossnya lagi nginap di hotel prodeo , coba aja klo tim2 kaya sriwijaya , arema ,persiba (hehe of course) dll. Ikut di liganya Malaysia pasti dah jadi langganan liga champion asia.. nah sayangnya tim2 hebat ini adanya di indonesia ohh nasibmu.. sabar aiii..Ahh pokonya sucks sucks sucks lah…

tom!

Allow Punks,Skins n (Blue) Hooligan Balikpapan !Ole…ole…ole… Yup! Gak kerasa ajang pesta sepak bola nasional digelar (tapi sori,gue blum tau pasti kapan?!,hehe..) Dengan tajuk SUPER LIGA, ya! baru pertama digelar neh! Sudah siapkah menyaksikan ketatnya n kerasnya persaingan sepak bola nasional?

Hey tapi itu bukan pertanyaan utama n mungkin gak penting,haha! Nih!!! Sudah siapkah PSSI???..Dimana dalam tubuh kepengurusannya masih ada ketidak harmonisan (kacau!) ,kontroversi ketua umumnya,hingga masih bermasalah dengan FIFA Mm… atau mungkin ya nanti memang akan ada soccer chaos in the R.I ? hahaha…hooligan banget! udahlah gue masih bingung mau bacot apalagi? mungkin ini aja dulu…lagi banyak problem neh! tapi biasa inilah hidup,kehidupan! hehehe…jd curhat! well…kita tunggu aja deh next up date,oke?! Poko’e hidup Persiba bpp aja deh! Haha Oi! Oi! …n viva la Persiba ! Yeah…Oian “RIGAT”

BOIKOT NURDIN HALID!!!!

Sepakbola, banyak yang bertanya mengapa saya begitu menggilai olahraga yang satu ini. Jawabannya mudah saja, hal tersebut disebabkan bagi saya sepakbola bukan hanya sekedar olahraga melainkan sebuah bentuk gambaran kehidupan. Dimana banyak sekali hal yang dapat saya petik dari olahraga satu ini, dan salah satunya adalah kerjasama. Yah, kerjasama adalah hal pertama yang terpenting dari olahraga yang satu ini demi mencapai sebuah supremasi yang disebut “kemenangan”. Kemenangan adalah sebuah harga mutlak yang harus diperoleh dari olahraga ini demi sebuah harga diri. Begitu pun dalam kehidupan, dengan kerjasama – dan mengesampingkan individualitas – kita dapat memperoleh suatu kemenangan melawan kerasnya kehidupan.

Melihat situasi sepakbola Indonesia saat ini rasanya sulit untuk kita berharap banyak tentang arti kemenangan untuk sebuah kemajuan sepakbola Indonesia, apalagi sebuah harga diri. Bagaimana sepakbola kita akan melangkah maju ke depan jika dipimpin oleh seorang napi yang tinggal dibalik terali? Jangankan kerjasama, niat untuk bekerja demi kebangkitan persepakbolaan Indonesia saja hanya wacana belaka. Lucu, itulah kata yang tepat melihat situasi yang terjadi dengan persepakbolaan Indonesia saat ini. Kita akan tertawa kecut jika kita masuk ke situs resmi FIFA, karena disitu terpampang jelas bahwa PSSI (yang notabene organisasi tertinggi sepakbola Indonesia, red.) tidak mempunyai ketua. Entah apa yang ada dipikiran para pengurus PSSI saat ini. Tak jelas mau dibawa kemana persepakbolaan kita ini. Sepertinya tak ada lagi yang namanya harga diri.

Kejadian yang paling fatal dan memalukan pernah menimpa klub Arema dan Persipura yang tidak jadi ikut serta dalam pentas liga champions Asia, hanya dikarenakan keteledoran dan kesalahan elementer para pengurus PSSI dan juga Badan Liga Indonesia (BLI). PSSI terlalu sibuk mengurusi hal yang tidak penting, salah satunya seperti mengurusi bagaimana mempertahankan status Nurdin sebagai ketua umum serta BLI terlalu sibuk mengurusi kompetisi yang tidak pernah jelas jadwal pertandingannya, akibatnya mangkir mengurusi hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas utama. Banyak hal yang tidak jelas memang yang terjadi di tubuh PSSI maupun BLI, seperti halnya pembagian tugas antara PSSI dan BLI yang tidak pernah jelas, seperti tidak jelasnya masa depan sepakbola Indonesia.

Seperti kita ketahui, Sepakbola itu adalah hiburan termurah dan yang benar-benar paling menghibur bagi kaum kalangan menengah kebawah, jadi jangan sampai dijadikan sebuah komoditas untuk memperkaya para pengurus yang korup dan jangan sampai PSSI dijadikan sebagai sarang untuk bersembunyi para koruptor. Negara kita ini sudah terlanjur dicap sebagai negara korup, dengan ditambah masalah yang terjadi di tubuh PSSI sekarang, jangan sampai kita dipandang sebagai negara yang tak punya orang jujur untuk dijadikan pemimpin.

Bila benar seorang Nurdin Halid seorang ketua umum yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia, dia akan dengan senang hati mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan tersebut kepada orang yang lebih bisa diandalkan. Tapi apa yang terjadi, dengan sifat egoisme (lebih tepatnya mungkin tak tahu malu, red.) yang tinggi dia menolak untuk mundur dan tetap bertahan dengan berdalih bahwa dia masih mempunyai hak untuk memimpin karena dia merasa masih mampu dan punya tanggung jawab yang besar (Benarkah!?). Dia lebih memilih bertahan meskipun FIFA telah mengeluarkan ancaman bahwa Indonesia akan dicoret dari keanggotaan FIFA yang berdampak sepakbola Indonesia tak akan pernah bisa tampil di turnamen-turnamen internasional.

Apakah itu yang disebut ketua yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia??. Dan parahnya lagi banyak kalangan pengurus yang mendukungnya, meski tak sedikit pula yang memintanya untuk turun. Sebagian kaum exco lantang meneriakan : “Gelar Munaslub!!” Sebagian lagi kaum pengurus yang Pro- Nurdin dengan gampang menangkis tuntutan seraya berucap : “ Tunggu sampai jabatan ketua kita habis, atau tunggu sampai ada keputusan dari pengadilan”. Tetapi, setelah keputusan pengadilan turun dan Nurdin dinyatakan “Bersalah” karena kasus korupsi – menciptakan hattrick untuk yang ketiga kalinya – mereka kembali berkilah, “Tak ada pasal yang menjelaskan bahwa seseorang yang sedang menjalani tahanan tidak diperbolehkan menjadi pemimpin”. Tipikal!!!

Kita bisa lihat tak ada kata “kerjasama” disana layaknya yang seharusnya menjadi kunci utama sepakbola untuk menuju kemenangan – kebangkitan sepakbola Indonesia – yang ada malah saling tuduh, saling menyalahkan, dan saling cari aman. Hal apa yang menguntungkan diri sendiri dan menyelamatkan posisi masing-masing, itulah hal yang didukung. Tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di kalangan legislatif pemerintahan kita. Yah, mungkin itulah PSSI atau itulah gambaran Indonesia. Dimanapun, kapanpun korupsi akan tetap muncul dan merongrong setiap saat. Bahkan BLI pun yang seharusnya menjadi penyeimbang bagi PSSI hanya menjadi pelengkap saja dan hanya diam tak berkutik, tak ada tindakan yang jelas. Hari ini berkata : “Gelar Munaslub”, esok hari berkata “Lebih baik tunggu sampai masa jabatan ketua habis”. Benar-benar tak bisa diandalkan!!!

Jadi wajar saja bila sepakbola kita lebih maju dalam segi perkelahian antar pemain, pengeroyokan terhadap wasit, perkelahian antar penonton, perusakan dan segala bentuk kerusuhan didalam maupun luar lapangan. Gimana mau maju kalo pengurusnya saja tidak becus dalam mengurus persepakbolaan kita ini. Pas sekali nama sekjen PSSI kita : Nugraha “Tak” Besoes (Suruh anak 5 tahun membacanya, red.).

Jika kamu sangat mencintai sepakbola indonesia dan ingin persepakbolaan Indonesia maju, maka mari kita teriakan bersama : “Boikot Nurdin Halid!!!!, gelar munaslub segera, rombak total semua pengurus PSSI yang berasal dari kalangan executive/kalangan pejabat dengan kalangan dari olahragawan terutama dari kalangan yang benar-benar mengerti bola, dan bubarkan saja BLI bila hanya menjadi pelengkap saja dan tak ada tindakan yang berarti”.

Yah, sekarang kita hanya bisa berharap semoga saja kedepan PSSI benar-benar dapat bekerja dengan baik dan benar-benar menjadi sebuah organisasi yang berjuang untuk kemajuan sepakbola kita bukan untuk kemakmuran individualitas para pengurusnya serta benar-benar menumbuhkan kerjasama diantara para pengurus guna mencapai kemajuan persepakbolaan Indonesia. Jangan sampai PSSI menjadi kepanjangan dari Persatuan Saudara SekorupsI, karena kelak kita ingin suatu saat nanti anak-anak kita atau bahkan cucu-cucu kita dapat menyaksikan Indonesia berlaga di piala dunia. Semoga saja. Karena apapun yang terjadi kita akan selalu mendukung persepakbolaan Indonesia sampai akhir hayat nanti. Maju terus sepakbola indonesia dan tetap semangat!!!……………….

Rezh, Rentenir FC

Psssi ahh fuck tu pssi yg gw tau ni pssi tu sama hal nya dgn government yg makin hari makin jadi gila nya.. coba aja masuk kontes asosiasi sepakbola dunia siapa yg paling buruk , paling plin plan se dunia..ya pastinya pssi.ahhngentot ngentot… pssi mmg tlah mengakibatkan persepakbolaan Indonesia jadi teruk.. coba kalian lihat kinerja wasit yg bagai badut2 tolol mberi pluit sesuai uang pelican yg di berikan..mw penalty oke gampang asal ada pelicinnya.. uhh wasit anjing , wasit goblok

Satria. (wasit_guoblok2 @yahoo.com)

nah skalian tinggal kan komen! klo lo punya opini lain ttg pssi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s